Global — Industri fashion dunia memasuki tahun 2026 dengan arah yang semakin jelas menuju keberlanjutan, inovasi material, dan ekspresi personal. Rumah mode dan desainer internasional menampilkan koleksi yang tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan dan identitas individu.
Pekan mode internasional seperti Paris Fashion Week dan Milan Fashion Week menjadi panggung utama munculnya tren ini. Material ramah lingkungan, daur ulang kain, serta proses produksi yang lebih etis semakin banyak diadopsi oleh merek-merek ternama.
Salah satu sorotan utama adalah meningkatnya penggunaan bahan berkelanjutan seperti serat alami, kain daur ulang, dan material berbasis teknologi ramah lingkungan. Desain yang fungsional namun tetap stylish menjadi pilihan konsumen yang kini lebih sadar terhadap dampak industri fashion terhadap lingkungan.
Di sisi gaya, tren mix and match, siluet longgar, serta permainan warna berani kembali mendominasi. Pengaruh street style dan budaya pop global membuat fashion semakin inklusif dan fleksibel, tidak lagi terpaku pada satu standar gaya tertentu.
Perkembangan teknologi juga membawa perubahan signifikan dalam industri fashion. Digital fashion show, pemasaran berbasis media sosial, serta penggunaan kecerdasan buatan dalam desain dan prediksi tren semakin umum diterapkan. Platform digital menjadi sarana utama bagi brand untuk menjangkau konsumen global secara cepat.
Dengan perpaduan antara inovasi, keberlanjutan, dan kreativitas, industri fashion dunia terus bertransformasi. Tahun 2026 diprediksi menjadi era di mana gaya personal dan kesadaran lingkungan berjalan beriringan, membentuk masa depan fashion yang lebih bertanggung jawab dan inklusif.









